Persahabatan
Seandainya waktu dapat di arahkan, aku ingin kau kembali menemani hati
perih yang selalu menunggu kedatanganmu, bulan kini tiada mempunyai
bintang sama halnya denganku, tak pernah ku sangka secepat itukah kau
pergi sobat, temani aku dalam mimpi agar tiada lagi kesediaan di hati
walau itu tak kan mungkin tapi kukan selalu berharap.
Aku
tak tau kenapa pagi tak muncul, kenapa mentari slalu menutupi sinarnya,
shabat kau pergi dengan kebahagiaan mu tingalkan luka seutuhnya untuku,
kau adalah cahaya hidupku jangan kau pergi tinggalkan semua kenangan
ini
dariku. Dan hanyalah waktu yang kan menjawab semua ini untuku…!!
dariku. Dan hanyalah waktu yang kan menjawab semua ini untuku…!!
Untuk sahabat maaf,
jika
waktu ku terlalu singkat untuk kulewati denganmu, tawa ku trlalu sedikit
untuk ku bagi bersamamu, tapi terlalu sering bahumu kubasahi dengan air
mata, ku bebani dengan masalah-masalah ku, tak bisa kuhitung berapa kali
lidahku menyayat2 hatimu, namun kau slalu memberiku nafas saat aku sulit
bernafas kau beri aku sayap saat aku sulit untuk terbang,
maaf kalau semua itu hanya mampu kutebus dengan ucapan terima kasih
Lautku... sahabatku laksana safir biru yang terbentang luas bermandikan indahnya cahaya surya, engkau pula yang membuat hatiku berdesir seiring desiran ombak di pasir putihmu, angin timur terus menerpa kalbuku yang tak henti tuk kagumimu, ingin kunikmati setiap pesona biru ini dan walau karam, kalbuku untukmu syahdunya percikan sirip-sirip kecil
seolah ajakku turut serta dan kan kulangkahkan kaki perlahan sampai dingin airmu menyambut seluruh aku
Semusim
kita bersama Apapun rintangan Persahabatan menjadi pegangan, Gelak tawa
meniti hari, Pahit dan duka sama dikongsi, Manisnya ukhuwah yg tlah
bersemi Meskipun kini kita tlah terpisah, Namun setiap cebisan kenangan
terindah Seringkali berlegar di ruang minda
Setiap detik waktu bersama Kan tetap tersemat menjadi sebuah memori Yang akan dikenang sampai mati.
Setiap detik waktu bersama Kan tetap tersemat menjadi sebuah memori Yang akan dikenang sampai mati.
Ribuan jalan telah kita lewati, Berbagai rintangan telah kita lalui, Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri, Penuh suka maupun duka di hati, Semua bukanlah sekedar kenangn, Semua bukanlah sekedar renungan Saat kita dalam kebersamaan, Dalam suka maupun pengorbanan. Namun, kita tlah tahu Kita tak selamanya bersatu, Menempuh jalan hidup yang bertabur debu, Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu, Saat berpisah harus menyapa, Ku tak ingin kau teteskan air mata, Ku tak ingin kau berduka, Karena hati kita kan tetap bersama
Sahabatku tercinta!! Inilah hidup Kadang kita membuka Suatu saat kita kan menutup, Sahabatku tercinta!! Ku ingin kita kembali bersama Di saat harta tak lagi berguna

0 komentar:
Posting Komentar