Pages

Minggu, 26 Februari 2012

Persahabatan

Seandainya waktu dapat di arahkan, aku ingin kau kembali menemani hati perih yang selalu menunggu kedatanganmu, bulan kini tiada mempunyai bintang sama halnya denganku, tak pernah ku sangka secepat itukah kau pergi sobat, temani aku dalam mimpi agar tiada lagi kesediaan di hati walau itu tak kan mungkin tapi kukan selalu berharap.

Aku tak tau kenapa pagi tak muncul, kenapa mentari slalu menutupi sinarnya, shabat kau pergi dengan kebahagiaan mu tingalkan luka seutuhnya untuku, kau adalah cahaya hidupku jangan kau pergi tinggalkan semua kenangan ini
dariku. Dan hanyalah waktu yang kan menjawab semua ini untuku…!!

Untuk sahabat maaf,
jika waktu ku terlalu singkat untuk kulewati denganmu, tawa ku trlalu sedikit untuk ku bagi bersamamu, tapi terlalu sering bahumu kubasahi dengan air mata, ku bebani dengan masalah-masalah ku, tak bisa kuhitung berapa kali lidahku menyayat2 hatimu, namun kau slalu memberiku nafas saat aku sulit bernafas kau beri aku sayap saat aku sulit untuk terbang,
maaf kalau semua itu hanya mampu kutebus dengan ucapan terima kasih

Lautku... sahabatku laksana safir biru yang terbentang luas bermandikan indahnya cahaya surya, engkau pula yang membuat hatiku berdesir seiring desiran ombak di pasir putihmu, angin timur terus menerpa kalbuku yang tak henti tuk kagumimu, ingin kunikmati setiap pesona biru ini dan walau karam, kalbuku untukmu syahdunya percikan sirip-sirip kecil
seolah ajakku turut serta dan kan kulangkahkan kaki perlahan sampai dingin airmu menyambut seluruh aku
Semusim kita bersama Apapun rintangan Persahabatan menjadi pegangan, Gelak tawa meniti hari, Pahit dan duka sama dikongsi, Manisnya ukhuwah yg tlah bersemi Meskipun kini kita tlah terpisah, Namun setiap cebisan kenangan terindah Seringkali berlegar di ruang minda
Setiap detik waktu bersama Kan tetap tersemat menjadi sebuah memori Yang akan dikenang sampai mati.

Aku tak mengerti apa yang telah terjadi, kini aku disini duduk merenung sendiri meratapi redupnya bintang dimalamku.. Aku tak mengerti mengapa harus begini kau pergi tinggalkan aku tergolek letih, semua cuma tinggal kenangan dihati sosok manis nan ayu tersisa puing2 kalbu.. Aku cuma bisa berharap akan kedatanganmu nyanyikan lagu rindu pelibur kalbu bawa mimpi indah hidup bersama.

Ribuan jalan telah kita lewati, Berbagai rintangan telah kita lalui, Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri, Penuh suka maupun duka di hati, Semua bukanlah sekedar kenangn, Semua bukanlah sekedar renungan Saat kita dalam kebersamaan, Dalam suka maupun pengorbanan. Namun, kita tlah tahu Kita tak selamanya bersatu, Menempuh jalan hidup yang bertabur debu, Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu, Saat berpisah harus menyapa, Ku tak ingin kau teteskan air mata, Ku tak ingin kau berduka, Karena hati kita kan tetap bersama
Sahabatku tercinta!! Inilah hidup Kadang kita membuka Suatu saat kita kan menutup, Sahabatku tercinta!! Ku ingin kita kembali bersama Di saat harta tak lagi berguna



0 komentar:

Posting Komentar

 

(c)2009 Addiena Aulia Rahman. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger